Beberapa minggu terakhir ini saya banyak mendapat pelajaran berharga tentang kehidupan.
bermula dari obrolan dengan salah satu kerabat saya yang berwirausaha, dan kemudian saya belajar banyak dari beliau tentang bagaimana cara berpikir seorang yang berwirausaha seperti dia
hari pertama saya “kursus gratis” di tempat beliau saya diberi wejangan panjang lebar bagaimana dia menjalankan usaha dan bagaimana cara dia berpikir…
1. Cara beliau menjalankan usaha adalah mencapai BEP = tidak punya hutang dan piutang (penjelasan sederhananya begitu), kalaupun sampai dapat untung dari usahanya ya disyukuri, ditabung untuk modal usaha yang lain.
2. Tiga tipe pengusaha (menurut beliau):
a) berani ambil resiko: tipe orang macam ini apapun peluang yang ada didepannya diambil, tentunya berharap mendapat keuntungan, tapi kalaupun tidak dapat untung atau rugi setidaknya usaha yang dia jalankan sudah memberi nama, dikenal orang, dan mendapat pengalaman dari usaha yang telah ia jalankan
b) hanya diam: tipe ini ga mau bergerak sekalipun ada peluang, tapi karna dia ga tau mau ngapain, takut maju kena mundur kena ya jadi diem aja.dari situ dia ga akan dapet apa2
c) bergerak mundur: tipe ini kalau ada peluang didepannya yang dia ga tau seperti apa nantinya dia akan mundur alias ga melanjutkan menjalankan usahanya.
3. Jangan membatasi ide dari orang lain. Setiap individu punya prinsip dan sikap masing-masing dalam menghadapi sesuatu. setiap orang boleh berpendapat berbeda dan menjalankannya dengan cara berbeda pula asalkan tujuannya sama, yaitu usahanya tetap berjalan.
4. orang berhasil = orang yang mau bergerak/ berusaha
5. perbedaan orang pinter dan orang tidak pintar. Orang pintar banyak tau tentang sesuatu, jadi banyak pertimbangan, banyak takutnya, takut rugi, takut ditipu, takut lain2nya, sedangkan orang bodoh karna ga tau apa-apa jadi dia ambil aja peluang yang menurut dia oke, walaupun hasilnya hanya ada dua kemungkinan : Rugi atau Untung tapi dia ambil saja resiko itu.
Point 1- 5 yang saya sebutkan diatas itu adalah cara berpikir seorang kerabat saya tersebut. Beliau belajar usaha tersebut secara otodidak, kuliah ga selesai, tapi sudah lama sekali menjalankan usaha yang naik turun itu. Beliau banyak belajar dari pengalaman-pengalamannya.
Masih banyak lagi hal-hal yang tersembunyi dari beliau yang belum saya pelajari, mudah-mudahan masih panjang waktu saya untuk “kursus gratis” bersama beliau. jadi saya bisa berbagi lagi bagaimana cara berpikir seorang enterpreneur/ wirausahawan
Jia you